NAZHOR (MEMANDANG / MELIHAT)


NAZHORSyari’at yang mulia nan indah ini mengizinkan kepada seorang lelaki yang hendak menikahi wanita untuk nadhor calon pasanganya, sebelum melangsungkan akad pernikahan. Bahkan nazhor dalam pandangan Islam hukumnya sunnah (mustahab). Karena di dalam nadhor mengandung berbagai mashlahat yg merupakan tujuan disyari’atkanya pernikahan.

Sehingga dengan nazhor akan tumbuh ketertarikan, kemantapan hati, rasa cinta, dan kasih yg akan mewujudkan rumah tangga yg harmonis. Dengarlah bagaimana bimbingan Rosululloh sholallohu’alaihi wassallam:

“Apabila salah seorang di antara kalian melamar seorang wanita, jika dia mampu untuk melihat bagian tubuh yang akan mendorongnya untuk menikahinya maka hendaknya dia melakukanya.”(HR. Ahmad, Abu Dawud)

Sehingga tidak timbul penyesalan dan kekecewaan yg bisa mengganggu keharmonisan kehidupan rumah tangganya, jika dia tidak melakukan nadhor, alias asal menikah begitu saja tanpa tahu keadaanya.

Begitulah syari’at yg mulia ini memerintahkan kepada para pemuda untuk melakukan nazhor.

Dalam permasalahan bagian tubuh yg boleh dilihat maka terjadi khilaf (perbedaan pendapat) di kalangan para ulama’.

Jumhur (mayoritas) ulama’ menyatakan bahwa anggota tubuh wanita yg boleh dilihat hanyalah terbatas pada wajah dan telapak tanganya. Wajah untuk mengetahui cantik tidaknya, menarik tidaknya seorang wanita. Adapun telapak tangan untuk mengetahui keindahan/kehalusan kulit tubuhnya. Adapun yang lebih dari wajah dan telapak tangannya bisa ketahui atau ditanyakan lewat ibunya, saudarinya, atau mahram wanita tersebut. Akan tetapi Asy-Syaikh Al-Albani dan Asy-Asyaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin merajihkan (menguatkan) pendapat yang menyatakan boleh untuk melihat bagian tubuh wanita yang biasa tampak dan terlihat dalam kesehariaannya ketika di dalam rumah saat bersama mahramnya, seperti: wajah, kepala, leher, lengan, dan betis.[lihat Ash-Shahihah (1/157) dan Asy-Syarhul Mumti’(5/126)]

Melihat pendapat-pendapat tersebut maka bagi para pemuda kalau memang sudah puas dan merasa cukup dengan melihat wajah dan telapak tangannya (karena sudah terwakili apa yang dia impikan) maka berhentilah. Insya Allah itu lebih menjaga syahwat dan hati kita, serta lebih menjaga ‘perasaan’ wanita tersebut. Adapun kalau memang wajah dan telepak tangan belum cukup dan masih belum tertarik dan belum bisa menggambarkan paras wanita tersebut kecuali dengan melihat yang lainnya, maka tidak mengapa (Insya Allah) untuk melihat tubuh wanita tersebut seperti: wajah, kepala, lengan, dan betis.

Wallahu A’lam.

Hal-hal yang perlu di perhatikan ketika nazhor:

1. Hendaknya nazhor itu di lakukan tanpa khalwat (berdua-duaan) akan tetapi dengan cara di temani oleh wali atau mahram si wanita.

2. Nazhor di lakukan tanpa di sertai syahwat, karena wanita tersebut belum halal baginya. Sehingga dia belum boleh untuk bersenang-senang, bernikmat-nikmat dengan memandangi anggota tubuh wanita tersebut.

3. Nazhor di lakukan ketika si lelaki berniat untuk melamar wanita. Sehingga tidak bolehn nadhor itu hanya sekedar coba-coba (mumpung gratis,na’udzubillahi min dzalik). Karena nazhor hukum asalnya haram.

Allah berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya.”(Qs. An-Nuur:30-31)

4. Saat nazhor tidak boleh melakukan percakapan dengan wanita yang di nadhor. Karena di khawatirkan hal itu akan membangkitkan syahwat dan tergoda dengan suaranya. Karena yang diperintahkan oleh rasulullah adalah ‘memandang’bukan mendengar suaranya.wallahu a’lam.

5. Nazhor itu dilakukan ketika ada persangkaan yang kuat bahwa lamaranya akan diterima.

Kalau memang dia tidak suka dan tidak tetarik, maka dia bisa berpaling dari wanita itu dan tidak meneruskanya ke jenjang pernikahan. tapi hendaknya dia putuskan hubungan tersebut dengan cara yang baik. dan hendaknya dia tidak menyebarkan aurat/keadaan fisik apalagi aib wanita tersebut kepada orang lain yang tidak ada maslahat.

Wallohua’lam bisshowwab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: