KHITBAH (MEMINANG/MELAMAR)


Sebelum melangkah lebih jauh jangan lupa sholatlah istikhoroh, Semoga apa yang Alloh pilihkan dan takdirkan utkmu adalah yg terbaik utk dirimu dan agamamu.

Apabila sudah mantap untuk menikahi akhwat yg telah dipilih, maka ajukanlah pinangan kepada wali/ keluarganya.

Tujuan meminang adalah untuk mengetahui apakah wanita yang akan di pinang itu setuju atau tidak. Begitu pula, dengan meminang maka akan diketahui bagaimana pendapat wali/keluarganya.

Hal ini sangat penting, karena kecocokan antara kedua belah pihak ini dituntut sebelum akad nikah. Rasullah melarang untuk menikahi wanita kecuali dengan ijin dan ridhanya. Dan Nabi juga melarang untuk menikahi wanita tanpa persetujuan dari walinya. Bahkan suatu pernikahan itu tidak sah kecuali dengan persetujuan wali.

Rasulullah bersabda:

“Tidak sah suatu pernikahan kecuali dengan persetujuan wali” (HR. Al-Baihaqi

dan Ibnu Hibban)

Perlu di ingat, tidak halal bagi seorang muslim untuk meminang wanita yang sudah dipinang oleh saudaranya. Sehingga sebelum engkau meminang dirinya, pastikan dulu keadaannya.

Apabila sudah ada yang meminang maka tahanlah sampai dia benar-benar telah meninggalkan wanita tersebut. Sehingga akan tetap terjaga hubungan yang bagus dengan saudaramu semuslim, dan tidak terjadi permusuhan serta sakit hati diantara hamba-hamba Allah. Subhanallah, sungguh indah tuntunan islam, bukan?!!

Rasulullah bersabda:

“ Tidak halal bagi seorang mu’min untuk meminang (seorang wanita) yang sudah dipinang oleh saudaranya sampai (pihak peminang) meninggalkannya.” (HR. Muslim dari hadist ‘Uqbah bin ‘Amir)

Tanda persetujuan seorang gadis adalah diamnya. Adapun seorang janda, maka ia lebih berhak atas dirinya daripada walinya.

Rasulullah bersabda:

“Seorang janda tidak boleh di nikahkan sebelum di mintai izin, seorang gadis tidak boleh dinikahkan sebelum di mintai persetujuan. Para sahabat bertanya: “wahai rasulullah, bagaimana persetujuan seorang gadis? Beliau menjawab: Tanda persetujuannya adalah diamnya.” (HR. Al-bukhari & muslim dari hadist Abu hurairah)

Apabila janda maka wali butuh jawaban yang terang-terangan darinya untuk menikah. Adapun gadis maka dia dimintai persetujuan dan tidak dibebani dengan jawaban yang terang-terangan untuk menunjukkan keridhaannya, tetapi cukup dengan diamnya. Karena sungguh seorang gadis itu malu untuk menjawab ‘ya’ untuk terang-terangan.

Akan tetapi, hendaknya sang wali yakin bahwa diamnya wanita tersebut adalah diam ridha, bukan diam menolak/ benci. Dan ini bisa diketahui dengan melihat tanda-tandanya.

Apabila sudah ada kecocokan dari kedua belah pihak, maka lamarlah wanita tersebut untuk menjadi istrimu. Selanjutnya bermusyawarahlah dengan keluarga untuk mempersiapkan dan menentukan hari-harinya.

Katakan kepada keluarga bahwa apa yang engkau inginkan adalah prosesi pernikahan yang islami sesuai tuntunan (sunnah) nabi, karena hal tersebut akan mendatangkan ridha Allah dan barakah-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: