Silsilah hadits dho’if dan maudhu’ 2 – Oleh : Syaikh Albany


HIMMAH (KETEGUHAN NIAT) LAKI – LAKI MAMPU MELULUHKAN (MENYINGKIRKAN) GUNUNG-GUNUNG

Ini bukan hadits. Syekh Al-Ajluni dalam kitab Kasyful Khafa berkata :

Saya tidak menyatakannya sebagai hadits. Namun ada sebagian ulama meriwayatkannya dari syekh Ahmad Al-Ghazali bahwa ia mengatakan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

HIMMATUR RIJAALI TAQLA’UL JIBAALA

Saya telah merujuk dan meneliti seluruh kitab sunnah namun tak mendapati didalamnya. Adapun apa yang diutarakan syekh Ahmad Al-Ghazali tentang hadits itu tidaklah dapat dibuktikan dan tidaklah pula dapat dibenarkan sebab ia termasuk pakar hadits.

Namun ia seperti saudara kandungnya Muhammad Al-Ghazali termasuk fuqoha sufi. Dalam kitab Ihya ia memang banyak mengutarakan hadits dan menitsbatkannya kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam tetapi oleh Al-Hafidz Al-Iraqi (peneliti kitab Al-Ihya) dan yang lainnya dinyatakan tidak ada sumbernya (tidak shohih).

“BERBINCANG-BINCANG DALAM MASJID ITU MENGGEROGOTI PAHALA – PAHALA SEPERTI BINATANG TERNAK MEMAKAN RERUMPUTAN”

Hadits ini tidak ada sumbernya . Imam Al-Ghazaly meriwayatkannya didalam kitab Ihya I/136, tetapi Al-Hafidz Al-Iraqi (Peneliti kitab Ihya) mengatakan saya tidak mendapatkannya dari sumber aslinya.

ABdul Wahhab Taqiyuddin As-subuki dalam thabaqat asy-syafi’iyyah IV/145-147 mengatakan dengan tegas : Saya tak mendapati sanadnya.

TIDAKLAH SEORANG HAMBA MENINGGALKAN SESUATU UNTUK ALLAH DAN IA TIDAK MENINGGALKANNYA KECUALI KARENA ALLAH KECUALI ALLAH MENGGANTINYA DENGAN SESUATU YANG LEBIH BAIK BAGINYA DALAM URUSAN AGAMA SERTA KEDUNIAANNYA.

Hadits tersebut maudhu’ (palsu). saya sendiri pernah mendengar kata-kata tersebut diutarakan oleh seseorang tokoh yang tengah mengisi acara di Radio di damaskus pada bulan ramadhan.

Abu Naim telah mengutarakannya dalam kitab Haliyatul ‘Auliya II/196 ; kemudian ia berkata : Itu hadits Gharib (asing).

Menurut saya, sanadnya maudhu’ sebab yang sesudah az-zuhri tidak disebutkannya sama sekali dalam kitab-kitab hadits selain abdullah bin sa’ad ar-raqi’ dan dia dikenal sebagai pendusta. Ad-daruquthni menyatakannya sebagai pendusta seraya berkata : dia adalah pemalsu hadits.

 

HINDARILAH DEBU, KARENA DARINYALAH TIMBUL PENYAKIT ASMA

Saya tidak mengetahui sumber hadits yang disebutkan oleh Ibnu Atsir dalam kitab An-Nihayah pada maddah Nasama tersebut seraya mengatakannya sebagai hadits, namun saya tidak mendapati ia menyebutkan sumber aslinya secara marfu’ (sampai sanadnya kepada Nabi).

Ibnu Sa’ad dalam thabaqat al-kubra VIII/198 meriwayatkan bahwa Abdullah bin shaleh al-mashri berkata dari harmalah bin imran apa yang diceritakan kepada mereka oleh Ibnu sindir pengikut (budak) Rasulullah, Ia berkata : Suatu saat datanglah Amr Ibnul Ash sedang Ibnu sindir telah bersama sekelompok orang. Tiba-tiba orang-orang bergerombol bermain-main menebarkan debu  ke udara, Amr kemudian mengulurkan imamah (surbannya) seraya menutupi hidungnya dan berkata  : Hati-hatilah kalian terhadap debu, karena itu sesuatu yang paling gampang masuknya dan paling sulit keluarnya. Bila debu telah masuk ke paru-paru, maka timbullah penyakit asma (sesak nafas) .

Jadi, selain riwayat tersebut mauquf (terhenti sanadnya) kepada sahabat juga tidak shohih, alasannya :

1. Ibnu sa’ad hanya menyandarkan riwayat tersebut tanpa menyebutkan kaitan antara dia dengan Abdullah bin shaleh

2. Ibnu shaleh itu lemah. Ini dinyatakan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah

3. Kaitan antara Harmalah dengan Ibnu sindir tidak dijelaskan, karena itu dikategorikan sebagai majhul (tak dikenal).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: