KASYFUSY SYUBHAT – Menyingkap Kebatilan Argumen Penentang Tauhid 5


Tulisan sebelumnya

Syafaat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam

Apabila dia mengatakan: “Nabi Shalallahu‘alaihi wasallam telah diberi hak ‎memberi syafa’at, lalu saya memohon kepada beliau Shallallahu‘alaihi wasallam ‎sebagian apa yang telah Allah berikan kepada beliau.”

Maka jawabannya sebagai berikut:

“Sesungguhnya ‎Allah telah memberi beliau Shallallahu‘alaihi wasallam hak memberi syafa’at, ‎tetapi Dia melarang kamu berdo’a memohon kepada ‎Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam. Untuk itu Allah berfirman:‎

فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Maka janganlah kamu berdo’a kepada seseorang ‎disamping (berdoa kepada) Allah.” (Al Jin:18).‎

Dan juga, bahwasanya syafa’at itu juga diberikan ‎kepada selain Nabi Shallahu‘alaihi wasallam, maka benar, bahwasanya para ‎malaikat akan memberi syafa’at. Begitu juga para wali ‎itu akan memberi syafa’at. Lalu, apakah kamu ‎mengatakan: “Sesungguhnya Allah telah memberi ‎kepada mereka (yang disebut di atas) itu hak memberi ‎syafa’at, dan saya memohon syafa’at itu dari mereka?” Jjika kamu memang mengatakan (mengakui) begitu, ‎maka berarti kamu telah kembali kepada ‎penyembahan kepada orang shalih yang sudah ‎nyatakan Allah dalam kitab-Nya, akan tetapi jika kamu ‎mengatakan: Tidak, (tidak mengatakan seperti ucapan ‎di atas), maka menjadi batallah ucapanmu terdahulu: ‎‎“Allah telah memberi kepada beliau Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam hak ‎memberi syafa’at, lalu saya memohon kepada beliau ‎sebagian apa yang sudah Allah berikan padanya.”‎

Berdoa Kepada Orang Shalih

Lalu, kalau dia mengatakan sama sekali tidak ‎mempersekutukan sesuatupun dengan Allah. Dan ‎sekali-kali tidak, akan tetapi, berlindung (iltija’) kepada ‎orang- orang shalih bukanlah perbuatan syirik. ‎

Maka katakan kepada dia, ”Jika kamu sudah ‎mengakui, bahwasanya Allah telah mengharamkan ‎syirik, itu melebihi dari pada mengharamkan zina, dan ‎kamu mengakui pula, bahwasanya Allah tidak akan ‎mengampuni dosa syirik, maka masalah apa yang ‎diharamkan Allah dan Dia sebut bahwasanya Dia tidak ‎akan mengampuninya itu?”

Pasti dia tidak akan tahu. ‎Maka, katakan lagi kepadanya: “Lantas bagaimana ‎kamu membebaskan dirimu dari melakukan syirik, ‎sementara kamu sendiri tidak mengetahui syirik itu. ‎Atau bagaimana Allah mengharamkan syirik itu atas ‎kamu dan Dia menyebut bahwasanya Dia tidak akan ‎mengampuni dosa syirik itu, sementara kamu tidak ‎menanyakan apa itu syirik dan tidak mengetahuinya. ‎Apakah kamu mengira, bahwa Allah mengharamkan ‎syirik, tapi tidak menerangkannya kepada kita?”

KASYFUSY SYUBHAT – Menyingkap Kebatilan Argumen Penentang Tauhid 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: