PENYIMPANGAN DALAM ASMA’ WA SHIFAT


MACAM-MACAM BENTUK PENYIMPANGAN DALAM MEMAHAMI NAMA DAN SIFAT ALLOH SUBHAANAHU WA TA`ALA

1. Mengingkari sebagian dari namaNya atau mengingkari sifat dan hukum yang dikandung nama tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh ahlu ta’thil (orang-orang yang mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Alloh subhaanahu wa ta`ala) dari kelompok jahmiyah dan selain mereka.
Perbuatan mereka termasuk penyimpangan karena kita wajib mengimani nama-nama dan sifat-sifat Alloh serta sifat yang sesuai dengan keagunganNya yang dikandung oleh nama-nama tersebut.
2. Menjadikan nama dan sifatNya serupa dengan nama dan sifat makhluk, sebagaimana yang dilakukan oleh ahlu tasybih (orang-orang yang menyerupakan Alloh subhaanahu wa ta`ala dengan makhluk).
Perbuatan mereka termasuk penyimpangan karena menyerupakan Alloh subhaanahu wa ta`ala dengan makhluk adalah keburukan yang besar, yang tidak mungkin ditunjukkan oleh dalil-dalil alqur’an dan alhadits, bahkan justru dalil-dalil tersebut menegaskan kebatilan dan kerusakan perbuatan tersebut. (Silakan baca surat asy Syura ayat 11 dan an Nahl ayat 74).
3. Menetapkan bagi Alloh subhaanahu wa ta`ala nama yang tidak ditetapkan Alloh bagi diriNya, sebagaimana perbuatan orang-orang Nasrani yang menamakan Alloh subhaanahu wa ta`ala dengan nama “Bapa” juga perbuatan orang-orang filsafat yang menamakanNya dengan al `illatul faa`ilah (penyebab yang berbuat).
Perbuatan mereka termasuk penyimpangan karena penetapan nama-nama Alloh bersifat taufiqiyah (harus berdasarkan alqur’an dan alhadits yang shohih, tidak boleh ditambah dan dikurangi), karena Dia-lah yang Maha Mengetahui tentang nama dan sifat yang sesuai dengan keagunganNya.
4. Menamai berhala dengan nama yang diambil dari nama-nama Alloh subhaanahu wa ta`ala, sebagaimana perbuatan kaum musyrikin yang mengambil nama untuk berhala mereka al`Uzza dari namaNya al `Aziz (Yang Maha Mulia dan Perkasa), demikian juga nama al Lata dari namaNya al Ilah (Yang berhak disembah semata-mata), menurut salah satu pendapat.
Perbuatan ini termasuk penyimpangan karena nama-nama yang Alloh subhaanahu wa ta`ala tetapkan bagi diriNya adalah khusus untuk diriNya semata. (QS. Al A`rof ayat 180).
Sebagaimana hak untuk diibadahi hanya khusus miliki Alloh karena Dialah yang telah menciptakan dan mengatur kita dengan sebaik-baiknya, maka hanya Alloh juga yang khusus memiliki nama-nama yang Maha Indah, tidak boleh dipalingkan kepada selainNya.[1]
5. Menyifati Alloh subhaanahu wa ta`ala dengan sifat-sifat yang menunjukkan kekurangan dan celaan, padahal Alloh subhaanahu wa ta`ala Maha Suci dan Maha Tinggi dari semua sifat tersebut, sebagaimana ucapan orang-orang Yahudi yang mengatakan: “Sesungguhnya Alloh miskin dan kamilah yang kay. (QS. Ali `Imron : 181) atau ucapan kotor mereka bahwa tangan Alloh terbelenggu (QS. Al Maa’idah : 64).[2]

Diambil dari majalah al-Mawaddah Vol. 52 Edisi Bulan Rojab 1433 H/Mei – Juni 2012

—————————————————–
1. Keterangan Ibnu `Utsaimin dalam kitab al Qowaa`idul Mutsla, hal. 49-50 dengan ringkas dan penyesuaian.
2. Bada`i’ul Fawa`id : 179.

One Response to PENYIMPANGAN DALAM ASMA’ WA SHIFAT

  1. rezky batari mengatakan:

    Bismillah

    Khalal banyak terjadi pada tauhid Asma wa shifat
    Bahkan, masih banyak yg belum mengetahui pembagian tauhid yg ke3 ini. Smoga banyak yg membacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: